Aksi Perempuan: Kawin Massal Gaya Sabrina & Elena

Sabrina (18) dan Elena (16) Bensawan belum berencana menikah. Namun, kakak adik penggagas Rumah Singgah dan Belajar Saab Shares ini merevolusi kehidupan 18 keluarga Jakarta dengan program itsbat nikah (pendaftaran pernikahan secara administratif bagi mereka yang telah menikah siri) massal yang mereka adakan pada 17 Juni lalu. Menurut Ketua Pengadilan Agama Jakarta Barat, Rusman Mallapi, ini adalah program itsbah nikah terbesar dalam sejarah ibukota.

Nikah siri, yang merupakan praktik lumrah di Indonesia, adalah ikatan yang diakui secara agama, namun tidak terdaftar dalam administrasi negara. Praktik ini berpotensi menimbulkan berbagai masalah keluarga. Sebabnya, pasangan dan anak-anak yang lahir dari pernikahan tersebut tidak mendapat perlindungan hukum dari negara.

“Jika sebuah pernikahan tidak terdaftar dalam administrasi negara, anak tidak mempunyai akta lahir. Sehingga, ia tidak bisa mendaftar ke sekolah atau mendapat manfaat BPJS,” kata Sabrina pada Tentang Perempuan. “Ketika besar nanti, anak juga tidak dapat mendaftar sebagai PNS.”

Program itsbat nikah massal buatan Sabrina dan Elena ini berawal dari keluhan ibu-ibu yang mereka temui di Rumah Singgah dan Belajar Saab Shares di Cengkareng, Jakarta Barat. Kakak-adik Sabrina dan Elena resmi mendirikan rumah belajar ini setahun lalu. Sebelumnya, mereka telah beberapa tahun aktif membantu warga Jakarta yang memerlukan pendidikan, pengobatan dan bahan pokok. Kiprah keduanya banyak mendapat sorotan media, termasuk program talk show Kick Andy yang menominasikan Sabrina sebagai salah satu “heroes” (pahlawan kemanusiaan) pada 2016.

Sabrina berbagi beberapa kisah ibu-ibu yang ia temui di rumah singgah, yang membuatnya menyadari bahwa kebanyakan problem tersebut dipicu oleh status pernikahan siri. “Ada suami yang menelantarkan istri dan empat anaknya. Ada istri yang rela melakukan apa pun agar suaminya tidak meninggalkannya. Ada lagi anak yang tidak bisa bersekolah karena tidak punya akta lahir.”

Screen shot 2017-06-27 at 8.52.29 PM

Sabrina dan Elena butuh waktu empat bulan dan “proses yang sangat rumit” untuk menikahkan pasangan-pasangan siri yang sudah memiliki anak di Pengadilan Agama Jakarta Barat. Proses meliputi pengumpulan dokumen pribadi (beberapa calon pasangan bahkan belum memiliki KTP) dan wawancara. Mereka yang lolos proses awal, dapat mengikuti proses peresmian pernikahan. Hanya 20 dari 50 pasangan yang akhirnya dapat dinikahkan.

Di hari pengesahan pernikahan, dua pasangan hilang tanpa kabar. Akhirnya, Sabrina dan Elena berhasil meresmikan pernikahan 18 pasangan. “Sekarang, akta pernikahan mereka sedang dicatatkan di KUA (Kantor Urusan Agama) dan Dukcapil (Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil),” kata Sabrina, yang lega luar biasa setelah melaksanakan acara itsbat nikah massal. “Setelah proses ini, ke-18 pasangan akan mempunyai buku nikah dari KUA dan akta lahir anak yang telah diputihkan.”

Program itsbat nikah massal ini membawa kesan manis-pahit bagi Sabrina dan Elena. Banyak pasangan menolak tawaran mereka untuk ikut program itsbat nikah, meski seluruh biayanya ditanggung. Nyatanya, masih banyak dari pasangan nikah siri yang menganggap meresmikan pernikahan bukan hal penting. Kata Sabrina: “bahkan, ada yang bertanya: saya dibayar berapa kalau ikut acara ini?”

Dari pengalaman menggelar itsbat nikah massal, Sabrina dan Elena melihat realita pernikahan di Indonesia, berbeda jauh dari gambar pasangan ideal yang dijual pameran perkawinan. “Program ini membuka mata kami, betapa hukum tidak dianggap penting dalam banyak pernikahan di Indonesia. Padahal, kalau diabaikan bisa sangat merugikan, terutama perempuan dan anak-anak.” kata Sabrina. “Program ini juga mengajarkan saya bahwa setiap perempuan berhak dinikahi secara sah.”

*Ikuti akun @saabshares untuk info lebih lanjut tentang aktivitas sosial Sabrina & Elena, juga menyumbangkan tenaga dan donasi.

*Foto milik Saab Shares.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s